Sebab, menurut General Manager Marketing Strategy NMI, Budi Nur Mukmin, tren market sudah bergerak positif dari awal tahun.
"Harusnya lebih postif, karena saya pikir tren market memang begerak positif dari awal tahun. Jadi kita harapkan dengan tren ekonomi yang positif ini nantinya di semester kedua harusnya lebih positif lagi," ujar Budi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Variabel ekonomi ada nilai tukar (rupiah terhadap dolar Amerika), suku bunga, karena sekali pada saat customer merasa trennya negatif, itu biasanya mereka akan mengerem pembelian," kata Budi.
Sementara itu, pada semester dua tahun ini, strategi Nissan adalah dengan memperkuat layanan purnajual. Dengan begitu, konsumen tidak perlu khawatir akan layanan purnajual Nissan.
"Kita ingin perkenalkan aftersales Nissan itu sangat memadai, sangat positif, sehingga customer tak perlu khawatir untuk membeli mobil Nissan," ujar Budi.
Untuk mendukung purnajual, Nissan menghadirkan beberapa layanan purnajual. Di antaranya adalah layanan-layanan seperti sparepart 24 jam, program 24 hour online dan mobile service.
"Itu semua kita hadirkan agar customer merasa aman untuk menjaga kondisi mobilnya," ujar Budi.
Selain itu tahun fiskal ini Nissan juga bakal menambah jaringan diler dari 120 menjadi 135. Penambahan itu dilakukan sampai akhir tahun fiskal, Maret 2017. (rgr/rgr)












































Komentar Terbanyak
Tukang Tambal Ban Pungut Pelat Nomor Terbawa Banjir, Minta Tebusan Rp 50 Ribu
Lawan Arah di Malaysia Didenda Rp 60 Juta, di Indonesia Cuma Rp 500 Ribu
Pengendara Singapura Banyak yang Mau Balik Beli Mobil Bensin