Seperti diberitakan Reuters, Kamis (21/7/2016), Kementerian Transportasi Jerman berencana untuk membuat peraturan baru yang meminta produsen mobil melengkapi fungsi mobil otonom dengan kotak hitam. Perangkat kotak hitam itu berguna untuk menentukan tanggung jawab ketika terjadi kecelakaan.
Kotak hitam tersebut akan mencatat semua data ketika sistem autopilot aktif, saat sopir manusia mengambil alih kemudi dan jika sistem meminta agar sopir menyalip kendaraan lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jerman adalah rumah bagi beberapa perusahaan mobil terbesar di dunia yang menjadi pemain global di pasar kendaraan otonom. Pabrikan asal Jerman seperti Mercedes-Benz, Audi dan BMW juga berniat untuk melahirkan teknologi mobil otonom.
Selain pabrikan asal Jerman itu, pabrikan di seluruh dunia juga sedang mengerjakan prototipe kendaraan otonom. Namun diprediksi, mobil otonom tidak bisa mengaspal sebelum 2020. (rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Diklakson Gegara Lane Hogging, Sopir Yaris Ngamuk-Ngajak Ribut
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk