Dilansir Carscoops, Kamis (14/7/2016), sepertinya masa depan mesin tidak akan terlalu bersinar, karena pabrikan memilih untuk menekan kapasitas mesin bensin dan melahirkan tenaga alternatif seperti hybrid dan lainnya.
Seperti Toyota yang dikatakan saat ini tengah berpikir ulang untuk bisa mempertahankan mesin diesel, untuk mendapatkan emisi gas buang yang rendah. Terlebih fakta model diesel Toyota seperti Yaris diesel tidak terlalu laris di Eropa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dirinya pun mempertanyakan, apakah mesin diesel akan tetap memberi keuntungan untuk pabrikan.
"Saya menilai banyak yang melihat untuk bisa berinvestasi dengan mendirikan pabrik diesel, dalam 10-15 tahun kedepan. Tapi harus melihat lebih jauh kembali apakah bisa memberikan keuntungan untuk pabrik," katanya.
Jelas sudah masa depan mesin diesel di Toyota tidaklah pasti, terlebih Toyota sudah membuat rencana besar untuk bisa melahirkan 30.000 kendaraan berbahan bakar fuel cell dan 15 juta unit mobil hybrid 2020. Sehingga bisa mengurangi emisi CO2 hingga sebesar 90% di 2050.
Tidak favoritnya lagi mesin diesel, bukan semata-mata dikeluarkan Toyota. Sebelumnya Volvo juga mengatakan mesin diesel tidak lagi favorit. Seperti yang disampaikan CEO Volvo Hakan Samuelsson, akan menghilangkan mesin diesel karena terlampau atau semakin mahal agar lebih ramah lingkungan. (lth/nkn)













































Komentar Terbanyak
Mobil Listrik China Murah-murah, Kok Suzuki Pede Jual e Vitara Rp 755 Juta?
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Penjualan Mobil di Indonesia Nyaris Disalip Malaysia, Menperin: Ini Alarm!