Ini Alasan Toyota Masih Kaji Produksi Sienta Hybrid di Indonesia

Ini Alasan Toyota Masih Kaji Produksi Sienta Hybrid di Indonesia

Niken Purnamasari - detikOto
Selasa, 28 Jun 2016 18:51 WIB
Ini Alasan Toyota Masih Kaji Produksi Sienta Hybrid di Indonesia
Foto: Rangga Rahadiansyah
Jakarta - Salah satu varian Toyota Sienta yang dijual di Jepang bertenaga hybrid. PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) akui tengah mengkaji untuk bisa masuk ke pasar Indonesia.

"Ya masih di studi," ungkap I Made Dana Tangkas, Direktur Korporasi dan Hubungan Eksternal PT TMMIN.

Untuk memproduksi Toyota Sienta dengan tenaga hybrid masih menunggu regulasi dan kesiapan infrastruktur pendukung. Salah satunya yang tengah digodok yakni lewat program Low Carbon Emission Program (LCEP).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direncanakan, program untuk mobil beremisi rendah tersebut akan dibahas lebih lanjut pada Oktober mendatang.

"Kebijakan pemerintah terkait hybrid melihat di LCEP dulu nanti. Belum ada payungnya. LCEP diharapkan nanti bisa untuk bio fuel, gas, bio diesel, bio ethanol atau hybrid. Selain itu, perlu infrastruktur dan awareness kepada masyarakat terkait teknologi," tambah Made.

Indonesia merupakan negara kedua setelah Jepang yang memproduksi MPV Toyota Sienta. Memulai debut dalam Indonesia International Motor Show (IIMS), Sienta telah mencuri perhatian masyarakat di Indonesia.

Mobil berkapasitas 7 penumpang itu dipasarkan dengan harga mulai Rp 230 juta untuk tipe E M/T hingga Rp 295 juta untuk tipe Q transimisi CVT. (nkn/lth)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads