Dari data Gaikindo, penjualan Mazda dari Januari sampai Mei 2016 tercatat hanya 2.806 unit. Angka itu turun dari 3.810 unit di Januari-Mei 2015.
"Yang pasti kami memastikan kapasitasnya. Karena memang kalau sekarang udah kayak tarik-tarikan unit sama negara lain. Kompetisinya bukan cuma sama (merek lain) di negara kita sendiri, saingannya juga sama Mazda-Mazda yang lain," kata Senior Marketing Manager MMI, Astrid Ariani Wijana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sih enggak bilang masalah kekurangan stok. Cuma, kebetulan suplai yang sedikit tersendat. Tapi kami juga melakukan segala upaya yang memungkinkan supaya kami memberikan suplai sesuai dengan demand," katanya.
Selain itu, untuk menghadapi semester 2 tahun ini, strategi Mazda adalah dengan mempertahanan dan meningkatkan brand awareness. Untuk itu, Mazda ingin memastikan pelayanan terbaik untuk konsumennya.
"Untuk human resources, kita juga menggalakkan training-training ke sales person, technician training juga kita galakkan. Semua itu adalah salah satu upaya kami bahwa semua diler memberikan servis yang baik terhadap konsumen. Itu sih yang kami lakukan, sambil menunggu perbaikan kapasitas kami," ujarnya. (rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Menlu Sugiono Ungkap Alasan Presiden Prabowo Bawa Maung di KTT ASEAN Filipina
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil
Kapan Potongan Ojol 8% Mulai Berlaku?