Segmen Mobil Kurang Lengkap Bikin Penjualan Nissan Drop

Segmen Mobil Kurang Lengkap Bikin Penjualan Nissan Drop

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Sabtu, 18 Jun 2016 13:30 WIB
Segmen Mobil Kurang Lengkap Bikin Penjualan Nissan Drop
Foto: Nissan
Jakarta - Dibanding tahun 2015 lalu, penjualan mobil bermerek Nissan di lima bulan pertama 2016 ini menurun. Menurut Nissan Motor Indonesia (NMI), hal itu dikarenakan segmen yang digeluti Nissan kurang lengkap.

Merujuk pada data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Januari-Mei 2015 mobil Nissan terjual sebanyak 13.650 unit. Sementara pada Januari-Mei 2016, penjualan Nissan turun menjadi 7.188 unit.

"Untuk Nissan, saya pikir kami perlu untuk memulihkan merek Nissan. Kami berencana menguatkan brand Nissan di semester kedua. Setelah Ramadan, kami akan menawarkan program baru untuk Nissan, jadi kami harap bisa membantu menguatkan brand Nissan di semester kedua," kata Presiden Direktur PT NMI, Antonio 'Toti' Zara saat berbincang dengan wartawan di acara buka puasa bersama media di Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal itu berbanding terbalik dengan merek Datsun yang berada di bawah naungan Nissan. Penjualan Datsun justru menguat di lima bulan pertama 2016 dibanding lima bulan pertama 2015.

"Saya pikir Datsun melakukan apa yang kami rencanakan. Jadi, Datsun cukup kuat. Untuk brand Nissan belum mencapai yang kami harapkan," sebut pria yang akrab disapa Toti.

Toti membeberkan, alasan penurunan penjualan mobil Nissan adalah kurang lengkapnya segmen yang digeluti Nissan. Menurutnya, Nissan tidak memiliki produk di segmen yang pertumbuhannya pesat.

"Sayangnya, segmen yang bertumbuh di Indonesia merupakan segmen yang tidak dimainkan Nissan. Contohnya, pada SUV, SUV besar merupakan segmen yang paling bertumbuh. Karena konsumen beralih dari SUV (sekelas) X-Trail ke SUV yang lebih besar. Tapi, Nissan tidak berpartisipasi di segmen tersebut. Kami tidak punya SUV besar. Fokus kami adalah menguatkan market share di segmen yang kami ikuti," ujar Toti.

Begitu juga dengan segmen sekelas Nissan Serena. Toti mengatakan, Serena merupakan mobil nomor satu di segmennya.

"Sayangnya, segmen itu menyusut. Masyarakat lebih memilih segmen lain dibanding segmen itu. Contoh lain March. market share March masih kuat. Tapi lagi-lagi sayangnya segmen itu menyusut," ucap Toti.

Toti mengakui, di Indonesia segmen MPV yang diisi oleh Nissan Grand Livina masih menjadi segmen yang kuat. Makanya, pihaknya memperkenalkan Nissan Grand Livina versi baru awal Juni lalu.

"Segmen MPV yang dimainkan Grand Livina memang masih menjadi segmen yang kuat. Itulah kenapa kami memperkenalkan model 2016. Dan kami berharap model 2016 itu bisa mengembalikan pangsa pasar di segmen MPV," kata Toti.

Toti mengelak kalau penjualan kendaraan Nissan menurun karena kepercayaan masyarakat terhadap merek itu menurun. Dia menyebut, bahwa kepercayaan masyarakat terhadap merek Nissan masih sangat tinggi.

"Dan itu dibuktikan dari fakta bahwa X-Trail masih populer, Serena masih populer, March masih populer. Tapi, sayangnya segmen itu menyusut," ucap Toti. (rgr/lth)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads