Dijelaskan Presiden Direktur PT IAMI, Keiji Takeda bahwa regulasi dari pemerintah terkait kapasitas truk saat ini cukup menyulitkan bagi produsen truk. Utamanya mereka harus kembali menyesuaikan produk truk yang diinginkan oleh konsumen sebab pelaksanaan dari regulasi tersebut yang menyimpang.
"Bukan hanya Isuzu saja sebenarnya tantangan dan hambatan yang dirasakan oleh pemain truk. Produsen lain juga merasa mungkin regulasi dari pemerintah agak kurang stabil atau kurang soal overloading. Misalnya truk sekelas ini muatannya boleh sampai sekian ton. Sudah ada peraturannya tapi pelaksanaannya tidak. Mestinya truk muat sekian ton tapi kenyataannya hanya beberapa ton. Jadi kita mau tidak mau harus menyesuaikan truknya dari permintaan konsumen," ujar Keiji kepada detikOto, Kamis (16/6/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Truk yang sudah kita rakit dan produksi di sni tidak cocok atau terlalu heavy duty dibanding negara lain, jadi kita tidak bisa ekspor di negara lain. Standar emisi juga termasuk. Tantangannya bagaimana kita sesuaikan atau bikin barang dari permintaan konsumen dengan cost regulasi itu susah sekali," ungkapnya. (nkn/rgr)












































Komentar Terbanyak
Diklakson Gegara Lane Hogging, Sopir Yaris Ngamuk-Ngajak Ribut
Digugat ke MK, Pengendara yang Merokok Diminta Dicabut SIM-nya
Modal Peluit, Jukir Liar di Minimarket Bisa Dapet Rp 9 Juta/Bulan