Dilansir Fortune, Senin (30/5/2016), pabrik tersebut saat ini baru mencapai perkembangan 14 persen hingga Mei 2016. Diperkirakan dalam waktu dua bulan proses perampungan pabrik tersebut tidak dapat mencapai target hingga 100 persen.
Sebab itu, rencana peresmian pembukaan pabrik yang tadinya bakal diselenggarakan pada 29 Juli 2016, bakal ditunda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tesla menggandeng Panasonic untuk memproduksi baterai yang hemat biaya itu. Baterai lithium ion diklaim lebih hemat, inovatif, dan lebih mudah digunakan. Tak hanya itu, Tesla juga menggadang-gadang baterai produksinya sebagai sumber energi terbarukan dan zero energi.
Bangunan yang menelan dana Rp 67 triliun itu direncanakan akan mencapai produksi baterai dengan kapasitas penuh pada 2020.
(nkn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas