Seperti diberitakan Reuters, Jumat (13/5/2016), Mitsubishi mengatakan, diduga data yang tidak tepat juga digunakan pada model lainnya di antara sembilan model yang dijual saat ini serta model yang tidak lagi dijual. Tapi Mitsubishi mengatakan, model yang dijual di luar Jepang tidak terpengaruh.
Kini, Mitsubishi masih terus menyelidiki kasus ini. Karena masalah ini, diperkirakan Mitsubishi harus menggelontorkan dana lebih banyak lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Finansial kami pada tahun lalu berakhir kuat, jadi kami pikir kami bisa mengelola masalah ini. Kami belum mendekati sister company kami untuk dukungan keuangan, kata CEO Mitsubishi, Osamu Masuko dalam sebuah konferensi pers.
Dalam laporan Mitsubishi yang disampaikan ke Kementerian Jepang, diketahui target konsumsi BBM mobil mini eK Wagon dan Dayz serta Nissan eK Space dan Dayz Roox dinaikkan 5 kali, dari 26,4 km per liter menjadi 29,2 km. Mitsubishi mengalami tekanan dari kompetitor karena mereka juga memproduksi mobil dengan konsumsi BBM yang irit.
"Penggunaan kalkuasi komputer juga dicurigai dilakukan untuk model mobil RVR dan model lainnya, detail lebih lanjut akan kami umumkan," tulis Mitsubishi. (rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Ngaku Mau Swasembada Energi, Indonesia Malah Impor Etanol dari AS