Ia menjelaskan bahwa dengan pasar yang besar dan potensial, warga Indonesia juga harus ikut serta dalam pasar. Salah satunya melalui pembangunan industri.
"Pada saat market kita besar, jangan sampai hanya menjadi just as market. Kita harus ikut serta menikmati market itu karena kalau kita ikut serta menikmati market itu, orang Indonesia-lah yang akan menggerakkan ekonomi di Indonesia," ujar Warih dalam wawancara khusus kepada detikOto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warih juga mengingatkan, jangan sampai dengan status sebagai pasar yang besar, justru akan menjadikan Indonesia sebagai bangsa 'pengimpor' paling besar yang akan menutup sektor lapangan kerja.
"Kalau kita tidak ikut serta, semua diisi oleh impor-impor. Employment makin turun, enggak ada impact sama sekali dan kita hanya impor saja. Hanya satu jawabannya yaitu industri. Kalau kita tidak bangun industri, anak cucu kita akan berat. Not only Toyota, but for this country," tegasnya.
Salah satu untuk upaya mengembangkan Indonesia sebagai negara industri yakni melalui penggunaan lokal produksi. Ia menjelaskan penggunaan lokal produksi tak hanya sekadar diproduksi dalam negeri namun juga memiliki kualitas bagus yang dapat berdaya saing.
"Kita seperti dipaksa memakai produksi lokal tanpa melihat kualitasnya, daya saingnya, stylishnya. Ya tidak begitu lah. Pakai produksi dalam negeri tapi dengan kualitas yang bagus, pricing yang bagus, after sales yang bagus. Itu sangat mendukung thinking way kita kalau pakai produk dalam negeri," tandasnya.
(nkn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
Presiden Prabowo: RI Jangan Cuma Jadi Pasar, Harus Bikin Mobil-Motor Sendiri
BYD Luncurkan Denza N9 Flash Charge: Jarak Tempuh 1.520 Km, Ngecas Cuma 9 Menit