Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi & Elektronika Kemenperin, I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan, industri otomotif di Indonesia begitu berkembang. Dia menyebut, industri otomotif sangat mempengaruhi produk domestik bruto (PDB).
"Saat ini, kita tahu bagaimana industri otomotif di Indonesia begitu berkembang dan menjadi salah satu industri yang sangat mempengaruhi produk domestik bruto kita," kata Putu di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Putu, sekarang industri pengolahan menyumbang PDB 18 persen. Dan sekitar 5,5 persen itu ada di lingkungan industri logam, mesin dan elektronika.
"Maka boleh saya katakan dua persen (PDB) itu dari industri otomotif. Jadi saya ingin menyampaikan betapa pentingnya industri otomotif di Indonesia," ujar Putu.
Untuk itu, pemerintah Indonesia mendorong produsen otomotif untuk berinvestasi di Indonesia. Salah satunya adalah dengan merakit atau memproduksi kendaraan di dalam negeri.
"Yang pasti kenapa kita dorong perakitan lokal, supaya daya tahan industri terhadap fluktuasi kurs agak kurang. Kalau lokal kan berarti ada komponen lokal. Pasti untuk negara diuntungkan karena ada investasi dan lapangan kerja. Kemudian dengan adanya rakitan lokal, ke depannya diharapkan akan lebih banyak lagi model-model yang dibuat di sini. Karena kan yang namanya industri tidak mungkin langsung. Dia ada tahapnya. Dari merakit lokal, kemudian pakai komponen lokal, kemudian baru full manufacturing," jelas Putu. (rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Di RI Banyak Merek Motor Listrik, Kenapa Harus Emmo Rp 50 Jutaan buat MBG?
Bengkel Belum Ada, Kok BGN Nekat Beli 25 Ribu Unit Motor MBG?
Diborong Proyek MBG, Desain Motor Listrik Emmo Baru Didaftarkan Akhir Tahun Lalu