Upaya untuk membangun SDM berkualitas untuk industri otomotif salah satunya pelatihan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan dengan spesifik. Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Warih Andang Tjahjono menjelaskan upaya untuk mengembangkan SDM yang terampil juga membutuhkan sertifikasi yang dapat diakui oleh industri nasional maupun global. Untuk mendapatkan sertifikasi, para pelaku industri otomotif di Indonesia juga berperan dalam pengembangan SDM.
"Negara maju itu tenaga kerjanya certified atau diakui oleh negara-negara tertentu. Itu gap kita. Banyak orang-orang pintar tapi tidak punya bukti kalau pintar. Kita harus punya semacam pembuktian kalau kita punya capability. Sekarang kita on the way discussion dengan Menaker bagaimana industri berperan untuk mendevelop tenaga kerja terampil," jelas Warih kepada detikOto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mungkin kalau pemerintah sendirian mendevelop, butuh waktu lama. Bagaimana supaya industri atau perusahaan lain bareng-bareng mendevelop orang-orang melalui Balai Latihan Kerja (BLK) di daerah atau industri sendiri sebagai tempat mendapatkan skill. Certified dilakukan oleh industri sendiri," paparnya.
Muara dari pengembangan SDM Indonesia yang terampil dan berkualitas, dikatakan Warih akan menarik minat para investor di Indonesia untuk mengembangkan industri.
"Ini ada hubungannya dengan supply chain, supaya saat investor datang, dia tanya mana tenaga kerjanya. Dulu masing-masing industri mengembangkan tenaga kerja masing-masing. Nah sekarang, bagaimana industri juga ikut berpartisipasi membangun SDM tapi di areanya masing-masing. Supaya, nanti mereka-mereka ini siap kalau ada industri baru yang berkembang," tandasnya. (nkn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih