Berapa Harga Pajero Sport 'Made in Indonesia'?

Berapa Harga Pajero Sport 'Made in Indonesia'?

M Luthfi Andika - detikOto
Rabu, 11 Mei 2016 14:12 WIB
Berapa Harga Pajero Sport Made in Indonesia?
Foto: Mitsubishi
Denpasar - Mitsubishi saat ini mengimpor Pajero Sport dari Thailand. Lalu jika diproduksi di Indonesia tahun depan, harganya bagaimana, akankah turun atau sama saja?

"Untuk harga All New Pajero Sport lokal, saya belum tahu berapa," ujar Group Head MMC Sales Group MMC Marketing Division PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), Imam Choeru Cahya, di Bali.

Meski demikian, Imam mengatakan besar kemungkinan All New Pajero Sport akan mengusung komponen lokal, dengan kualitas yang tidak kalah dibandingkan dengan kualitas yang berada di luar negeri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami akan menggunakan komponen lokal, tapi saya belum tahu seberapa banyak komponen lokal yang digunakan. Semuanya itu masih dalam pengakajian orang produksi dan RnD," tambahnya.

Sebagai catatan, saat ini All New Pajero Sport Dakar 4x4 dibanderol Rp 623 juta, Dakar 4x2 AT 496 juta, Exceed 4x2 AT Rp 446 juta, GLX 4x4 MT Rp 495 juta.

Harga yang ditawarkan dengan beberapa fitur yang tidak disematkan di Pajero Sport versi Indonesia. Beberapa di antaranya adalah fitur seperti Forward Mitigation Collision System, Blind Spot Warning System, Ultrasonic dan Radar.

Seperti pemberitaan detikOto sebelumnya, Corporate General Manager of Mitsubishi Motors Corporation (MMC), Koichi Namiki menjelaskan apa yang menjadi alasan mengurangi fitur terbaik mereka di Indonesia.

"Alasannya adalah keunikan market di Indonesia sendiri," kata Namiki di sela acara peluncuran All New Pajero Sport di Fairmont Hotel, Jakarta, Jumat (29/1/2016) lalu.

Dia mengatakan, beberapa sistem canggih menggunakan radar dan ultrasonik. Teknologi itu dianggap terlalu sensitif jika digunakan di Indonesia.

"Saking sensitifnya akan ada warning yang tidak perlu," ujar Namiki.

Apalagi, di Indonesia banyak motor berseliweran di antara barisan mobil. Banyaknya motor itu yang akan membuat sistem pendeteksi terlalu sensitif.

"Kadang-kadang itu diekspektasi oleh sistem sebagai pembahaya kendaraan. Padalah itu hal yang sudah biasa," sebut Namiki.

Namun, tak menutup kemungkinan Mitsubishi juga bakal menyematkan fitur-fitur itu di waktu mendatang. Hal itu tergantung dengan permintaan pasar nantinya.

"MMC sendiri masih mempelajari requirement dari masing-masing pasar. Di masa mendatang, setelah MMC dapat info lebih jauh mengenai demand, tidak menutup kemungkinan akan diinstal," ucap Namiki.

(lth/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads