"Ini memang adalah kampanye teknis dari BMW karena kami ingin memastikan bahwa memang kendaraan yang digunakan oleh konsumen, terutama BMW seri 7 sesuai dengan ekspektasi konsumen," kata Head of Corporate Communication BMW Group Indonesia, Jodie O'tania usai peluncuran BMW M2 Coupe di Jakarta.
Tindakan penarikan BMW Seri 7 ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan penggunanya. Menurut Jodie, beberapa BMW Seri 7 yang baru diluncurkan sudah ada di tangan konsumen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan, konsumen yang sudah membeli BMW Seri 7 akan langsung dihubungi oleh diler. Konsumen tidak perlu mengeluarkan biaya untuk memperbaiki airbag pada BMW Seri 7.
"Konsumen akan langsung dihubungi oleh diler. Dan untuk perbaikan bisa dilakukan secara cepat dan tidak ada biaya sama sekali," tegas Jodie.
Menurutnya, pihak diler BMW akan mengatur jadwal perbaikan komponen airbag Seri 7. "Karena BMW Seri 7 itu kan premium class jadi treatment-nya akan sangat berbeda. Semua dikembalikan kembali ke diler resmi," ujarnya.
Jodie mengatakan, dalam kondisi yang jarang terjadi, perangkat airbag berpotensi tidak berfungsi. Meski sangat jarang terjadi, BMW tetap memperbaiki komponen keselamatan itu. Karenanya, airbag pada BMW Seri 7 harus diganti.
"Pada saat kecepatan tinggi yang sangat jarang terjadi itu bisa sedikit bermasalah di unit airbag. Jadi unit airbag harus diganti. Sangat jarang terjadi. Tapi kami pasti bertanggung jawab demi keamanan dan keselamatan konsumen," ucap Jodie. (rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Diklakson Gegara Lane Hogging, Sopir Yaris Ngamuk-Ngajak Ribut
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk