"Produk kami di Thailand diterima dengan baik. Di Thailand kami sudah mencapai setahun 4 juta liter per tahun, karena kami punya cabang disana. Angka ini untuk total pelumas kami (bukan satu merek saja-Red), paling banyak Meditran, Fastron yang untuk kendaraan biasa," ujar Marketing communication manager PT pertamina Lubricants, Budi Surhayanto, di Bandung.
Untuk bisa lebih menguasai pasar Thailand, Pertamina pun membeli sebuah pabrik pelumas di sana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun untuk pasar Amerika Serikat saat ini belum. Kareba terkait harga jual, karena mengirimnya ke sana itu mahal," tambahnya.
Lalu bagaimana dengan di Indonesia? Untuk pasar Indonesia, dia mengklaim pelumas Pertamina pun menguasai pasar.
"Varian Fastron mendominasi pasar, untuk roda 4 Prima SP dan mesran, ini dua backbone kita. Tapi kenapa banyak varian kita? Karena untuk memenuhi kebutuhan semua tipe kendaraan, karena teknologi terus berkembang," katanya.
"Prima SP itu kan untuk mobil 2004-2006 kebawah, kita berharap semuanya bergeser ke Fastron. Karena ini untuk mobil-mobil baru. Seperti injeksi commontrail, dan teknologi mobil baru lainnya," tambahnya. (lth/ddn)












































Komentar Terbanyak
Diklakson Gegara Lane Hogging, Sopir Yaris Ngamuk-Ngajak Ribut
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk