"Kami ingin mengungkapkan masalah ketidakakuratan ini sesegera mungkin berdasarkan hasil penggerebekan, dan laporan dari perusahaan," ujar Sekretaris Kabinet Pemerintah JepangΒ Yoshihide Suga seperti dilansir Reuters, Kamis (21/4/2016).
"Kami akan menghadapi situasi dengan cara yang ketat dan ingin menjamin keamanan mobil," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mitsubishi dalam jumpa pers kemarin mengakui adanya karyawan di Mitsubishi yang melakukan kecurangan. Data konsumsi BBM dibuat lebih baik sehingga mendapatkan insentif pajak dari pemerintah Jepang.
Mitsubishi sudah meminta maaf kepada konsumen dan para pemangku kepentingannya. Selain itu Mitsubishi juga tengah menyiapkan pemberian kompensasi kepada konsumen yang sudah membeli mobil dan juga pembayaran denda atau pembayaran kembali pajak kepada pemerintah.
Di Jepang, mobil dengan konsumsi BBM yang irit akan mendapatkan insentif pajak dari pemerintah.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
Kapan Potongan Ojol 8% Mulai Berlaku?