Bahkan tidak hanya itu, berapa besar pendapatan buruh juga menjadi poin penting untuk diperhatikan. Seperti yang diutarakan Chairman Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM), Hadi Rurjadipradja.
"Tidak hanya itu. Kalau buruh minta upahnya naik, yang menaikkan dan menandatanganinya UMP siapa? Pemerintah? Mereka membayar enggak kalau upah buruh naik?" ujar Hadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau produktivitasnya naiknya lebih tinggi dari gajinya perusahaannya akan hidup. kalau terbalik bagaimana?" kata Hadi.
"Jika terjadi seperti demikian, ya perusahaan tinggal mati (gulung tikar. Dan banyak perusahaan yang mati, di kita saja (GIAMM) ada 2 perusahaan yang sudah gulung tikar," tambah Hadi.
(lth/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya