"Inisiatif pemerintah dan sektor swasta untuk mendorong perkembangan ekonomi bisa mengaktifkan pertumbuhan yang stabil bagi industri otomotif selama lima tahun ke depan," kata Global Automotive Head of IPSOS Business Consulting, Markus Scherer.
Adapun peran pemerintah yang bisa membuat industri otomotif Indonesia bangkit di antaranya adalah pembangunan infrastruktur. Rencana infrastruktur pemerintah dalam jangka lima tahun adalah untuk mengembangkan jalan non-tol sepanjang 2.650 km dan 1.000 km jalan tol baru di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Markus Scherer percaya, Indonesia perlahan akan menggantikan Thailand sebagai pusat produksi otomotif utama di ASEAN. Hal ini memiliki implikasi besar bagi produsen dan penyuplai suku cadang otomotif serta pemangku kebijakan di kedua negara.
"Buktinya jelas bahwa dalam hal tren output produksi kendaraan, perkembangan kebijakan dan perbaikan infrastruktur, Indonesia akan terus meningkatkan kapasitas produksi, konsumsi domestik dan volume ekspor sekaligus. Produsen otomotif dan pemangku kebijakan Indonesia, Thailand dan negara-negara lain tentu akan mempertimbangkan implikasi ini," kata Markus. (rgr/lth)












































Komentar Terbanyak
Diklakson Gegara Lane Hogging, Sopir Yaris Ngamuk-Ngajak Ribut
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk