"I don't think we will close. Kami sangat percaya diri dengan pasar Indonesia. Jangan dilihat bahwa kita enggak punya pabrik terus jadi cabut itu enggak. Jadi jangan dilihat karena enggak punya pabrik terus tutup ya," kata Senior Marketing Manager PT Mazda Motor Indonesia, Astrid Ariani Wijaya di Bandung, Jawa Barat akhir pekan kemarin.
Faktanya, kata Asrtid, penjualan Mazda di Indonesia masih baik. Bahkan, penjualan Mazda di tahun 2015 pun naik dibanding tahun sebelumnya di tengah market yang menurun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penjualan Mazda di Indonesia pun masih terbilang baik. Menurut Astrid penjualan Mazda Indonesia masuk 5 besar di Asia Tenggara.
"Di ASEAN masih di posisi yang bagus. Saya enggak tahu persis, tapi saya pikir masih di 5 besar," ucapnya.
Astrid mengatakan, pihak diler juga merasaka bahwa demand mobil Mazda masih tinggi. Apalagi, Mazda punya konsumen yang unik yang setia dengan merek tersebut.
"Jadi kalau menurut saya garansi yang paling penting adalah market sendiri. Bahwa memang brand Mazda masih baik. Jadi kita sendiri melihat mau janji-janji muluk juga kalau besok mau tutup ya tutup aja," ujar Astrid.
"Tapi kita masih pameran tiap bulan. Tiap kali mereka (diler) pameran juga mereka dapet SPK (pemesanan kendaraan) yang cukup. Kalau menurut saya itu the real proof that Mazda is still one of best brand also. Kami punya persepsi di mana Mazda itu berbeda daribrand lain. Konsumen juga menyadari itu," lanjutnya.











































Komentar Terbanyak
Penjelasan Polisi soal Alphard yang Terobos Zebra Cross di HI Nunggak Pajak
Wujud Mobil Keciduk Isi BBM Subsidi Berulang dalam Sehari, Pakai QR Code Beda-beda
Pernyataan BYD Soal Seal Terbakar di Cikampek