Ditargetkan pada 2025, sebanyak 2.200 unit kendaraan roda empat telah menggunakan tenaga listrik. Namun bisa saja angkanya lebih tinggi. Lalu, apa tanggapan Mazda?
"2.200 unit sedangkan jualan kita sudah 1 juta. Berapa kontribusinya? Kecil sekali bukan? Apakah itu adil bagi pemerintah untuk produsen memproduksi kendaraan listrik untuk sesuatu yang infrastrukturnya belum siap? Itu saja komentar saya," ucap Senior Marketing Manager PT Mazda Motor Indonesia, Astrid Ariani Wijaya di Bandung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Teknologi canggih itu lebih kepada yang bisa digunakan sehari-hari untuk bisa membantu mereka merasakan berkendra yang baik apakah itu aman, nyaman dan menyenangkan. Hasil itu bisa dicapai lewat satu komponen. Dari sekian banyak fitur yang hadir dalam satu mobil semua punya fungsi masing-masing. Masak kita mau bilang asal mobil hybrid berati itu teknogi pailng tinggi, sedangkan fitur lainnya tidak ada," jelas Astrid. (rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Intip Garasi Kakanwil Pajak Jakarta Utara yang Dicopot Purbaya
Mobil China Bikin Mata Konsumen Indonesia Jadi Terbuka
Pasutri Ngerokok di Motor sambil Bawa Bayi-Ditegur Ngamuk, Endingnya Begini