Faktor-faktor Ini Memengaruhi Naik Turunnya Penjualan Mobil

Faktor-faktor Ini Memengaruhi Naik Turunnya Penjualan Mobil

Atur Duit - detikOto
Senin, 14 Mar 2016 08:09 WIB
Faktor-faktor Ini Memengaruhi Naik Turunnya Penjualan Mobil
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Lesunya perekonomian di Indonesia pada tahun 2015 lalu membuat penjualan mobil di Indonesia juga ikut menurun. Akan tetapi, penjualan mobil di tahun ini diperkirakan akan meningkat meski kondisi ekonomi belum sepenuhnya pulih.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menargetkan, penjualan mobil secara nasional pada 2016 mencapai 1.050.000 unit.

Di tahun 2015, perolehan penjualan mobil di Indonesia telah mencapai 1.031.291 unit. Hal inilah yang membuat banyak pihak yakin akan peningkatan penjualan mobil di tahun 2016 ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi ekonomi yang masih belum tumbuh dengan stabil membuat para agen pemegang merek (APM)Β  serta produsen mobil di Indonesia mematok angka tersebut.

Sekretaris Jenderal (Dekjen) Gaikindo Noegardjito mengatakan jika ada beberapa faktor instan serta non-instan yang bisa saja mempengaruhi naik dan turunnya penjualan mobil di Indonesia. Faktor instan seperti bunga bank, inflasi, dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Bunga bank mempunyai pengaruh yang cukup besar, karena 65% membeli mobil secara kredit.

Sementara untuk kenaikan harga BBM bisa dipastikan membuat konsumen menunda pembelian kendaraan.

Sedangkan untuk faktor non-instan, ada pada seberapa besar pertumbuhan ekonomi selama 2016 dan kondisi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Adanya fluktuasi pada nilai tukar rupiah ini sudah pasti akan berdampak pada naiknya biaya komponen kendaraan.

Karena itulah, biaya produksi mobil juga bisa naik dan memicu para APM menaikkan harga produk kendaraan mereka. Hal ini juga yang sering menjadi pertimbangan banyak konsumen yang ingin membeli produk otomotif.

Untuk target resmi sebanyak 1,05 juta. Strateginya masing-masing APM pasti beragam. Para APM pun yakin akan hasilnya kemudian. (ddn/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads