Menperin Kejar Prinsipal Otomotif Agar Investasi di Indonesia

Menperin Kejar Prinsipal Otomotif Agar Investasi di Indonesia

Niken Purnamasari - detikOto
Senin, 07 Mar 2016 15:40 WIB
Menperin Kejar Prinsipal Otomotif Agar Investasi di Indonesia
Foto: Agung Phambudy
Karawang - Pemerintah meminta perusahaan industri kendaraan bermotor untuk meningkatkan investasi dan memperdalam struktur industri.

"Bukan hanya ke perusahaan mereka yang di Indonesia, kita juga sampai kejar ke prinsipal di negara asalnya. Ini untuk menunjukkan keseriusan sekaligus menyakinkan mereka agar ekspansi," kata Menteri Perindustrian Saleh Husin saat meresmikan pabrik ke-3 PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia di Karawang, Senin (7/3/2016).

Karena itulah, Saleh Husin pun menyambut positif langkah Toyota membangun pabrik ketiga yang akan memproduksi mesin untuk mobil penumpang model terbaru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pemerintah apresiasi pencapaian pabrik ini selain pemenuhan dalam negeri, mesin ini juga diekspor di 5 negara Asia. Semoga bisa mewujudkan Indonesia sebagai basis kendaraan bermotor dan komponen, baik dalam negeri maupun ekspor," tandasnya.

Nilai investasi yang digelontorkan untuk pembangunan dan pengoperasian Plant 3 TMMIN mencapai Rp 2,3 triliun. Selain untuk memenuhi kebutuhan domestik, mesin produksi Plant 3 juga akan diekspor di 5 negara Asia.

"Langkah Toyota untuk memperkuat industri otomotif dalam negeri melalui pabrik engine ini sangat tepat. Apalagi dengan market share 32 persen tahun lalu merupakan yang besar untuk industri otomotif Indonesia," kata Saleh.

Plant 3 Toyota melengkapi pabrik perakitan yang telah ada di Karawang sebelumnya, Plant 1 dan Plant 2 yang merakit mobil produksi Toyota seperti Kijang Innova, Fortuner, Vios, Etios Valco, dan Yaris.

Berdiri di lahan seluas 150 hektar, pabrik mesin Toyota tersebut memiliki kapasitas produksi 216 ribu unit per tahun. Sebanyak 79.000 unit juga akan diekspor ke luar negeri. Pabrik senilai Rp 2,3 triliun ini juga akan menyerap tenaga kerja 1.000 orang.

""Dibangunnya pabrik mesin, juga industri komponen dan pelibatan pelaku lokal menunjukkan industri kita semakin ideal, apalagi orientasinya juga untuk ekspor. Industri otomotif kita on the track dan naik kelas," katanya.

Kemenperin berharap langkah Toyota tersebut dapat diikuti Agen Pemegang Merek (APM) lain dalam meningkatkan industrinya di Indonesia. Sehingga segera terwujud Indonesia sebagai basis produksi kendaraan bermotor dan komponen, baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun tujuan ekspor ke depan.

Dengan pemasok lokal baru sebanyak 12 perusahaan, pabrik ini akan memproduksi mesin aluminium R-NR dengan bahan bakar bensin dan ethanol untuk kendaraan penumpang. Tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) mencapai sebesar 80 persen.

"Kapasitas produksi pabrik ini 216 ribu unit per tahun. Mesin buatan Karawang ini bukan hanya untuk pasar Indonesia tetapi juga akan diekspor ke luar negeri," kata Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Masahiro Nonami. Tahun 2016 ini, rencananya akan diekspor 79 ribu mesin R-NR ke lima negara di kawasan Asia.

Ekspansi ini juga diakui Senior Managing Officer Toyota Motor Corporation Koei Saga sebagai buktiΒ  Indonesia menjadi negara produsen penting dan basis ekspor bagi produksi kendaraan dan mesin.

Toyota telah berkomitmen menanam modal Rp 5,4 triliun tahun ini setelah tahun 2015 lalu menanam modal Rp 5 triliun. Dalam kurun waktu lima tahun, sejak 2015 hingga 2019, total rencana investasi Toyota sebesar Rp 20 triliun.

(nkn/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads