Tapi, seperti diberitakan CNN, Kamis (3/3/2016), menurut survei AAA, setidaknya 75 persen pengemudi merasa takut dengan mobil otonom. Padahal, sekitar 60 persen pengemudi yang disurvei ingin mendapatkan fitur semi-otonom seperti pengereman otomatis atau parkir otomatis ketika mereka membeli mobil baru.
Sementara itu, pendukung teknologi mobil otonom berpenadapat, masyarakat akan lebih merasa aman dengan mobil otonom dibandingkan dengan mobil yang dikemudikan manusia. Sebab, mobil otonom dipercaya tidak mendapat gangguan seperti halnya mobil yang dikemudikan manusia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Managin Director of Automotive Engineering and Repair AAA, John Nielsen percaya, masyarakat nantinya akan lebih mempercayai mobil otonom. Karena, pemilik mobil saat ini sudah akrab dengan fitur semi-otonom seperti pengereman otomatis atau parkir otomatis.
"Orang-orang yang memiliki fitur ini cenderung menyukai dan mempercayai mereka (mobil otonom). Tingkat kenyamanan mobil otonom akan meningkat dalam lima sampai sepuluh tahun," katanya. (rgr/lth)












































Komentar Terbanyak
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Provinsi yang Bakal Kenakan Pajak buat Mobil-Motor Listrik