Seperti yang disampaikan ujar Head of Corporate Communications BMW Group Indonesia, Jodie O'tania, saat dihubungi detikOto.
"MINI belum akan di-CKD (complete knock-down/dirakit) di Indonesia, karena kan banyak yang harus dipersiapkan terlebih dahulu. Tapi sampai saat ini belum ada," ujar Jodie.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai catatan, BMW memang sudah merakit beberapa model Indonesia seperti Seri 3, seri 5, X1 dan X3. Langkah ini sengaja diambil agar tidak terkena pajak-pajak yang tinggi.
Dirinya menambahkan, penjualan BMW di Indonesia meningkat setiap tahunnya. "Penjualan BMW meningkat setiap tahunnya, seperti pada 2015 kemarin. Penjualan BMW Group naik 5,7 persen," katanya.
Berdasarkan data BMW Group, dikatakan BMW Group Indonesia pada 2015 kemarin mendapatkan pertumbuhan penjualan sebanyak 5,7 persen, atau mendapat rekor penjualan sebanyak 3.638 unit untuk kendaraan BMW dan MINI. Sekaligus menandai pertumbuhan positif yang telah berlangsung selama lima tahun berturut-turut.
Total penjualan 2015 terdiri dari 2.700 kendaraan BMW, 477 unit MINI dan 461 unit BMW Premium Selection β kendaraan MINI NEXT.
Pada skala global, BMW Group mengumumkan bahwa penjualannya tumbuh secara konsisten sepanjang tahun, mengantarkan total 2.247.485 kendaraan BMW, MINI, dan Rolls-Royce untuk pelanggan di seluruh dunia, dan menorehkan rekor tahun sukses kelima.
Semua brand di bawah payung BMW Group mengakhiri tahun 2015 dengan penjualan yang tinggi pada bulan Desember, sehingga dengan demikian mempertahankan posisinya sekali lagi sebagai produsen kendaraan premium terkemuka di dunia. (nkn/rgr)












































Komentar Terbanyak
Diklakson Gegara Lane Hogging, Sopir Yaris Ngamuk-Ngajak Ribut
Lawan Arah di Malaysia Didenda Rp 60 Juta, di Indonesia Cuma Rp 500 Ribu
Pengendara Singapura Banyak yang Mau Balik Beli Mobil Bensin