MINI Masih Belum Akan Dirakit di Indonesia

MINI Masih Belum Akan Dirakit di Indonesia

Niken Purnamasari - detikOto
Rabu, 02 Mar 2016 10:43 WIB
MINI Masih Belum Akan Dirakit di Indonesia
Foto: Rangga Rahadiansyah
Jakarta - Kalau BMW sudah lebih dahulu merakit beberapa model di Indonesia, berbeda dengan MINI belum merakit di Indonesia. BMW belum berniat untuk merakit mobil MINI di Indonesia.

Seperti yang disampaikan ujar Head of Corporate Communications BMW Group Indonesia, Jodie O'tania, saat dihubungi detikOto.

"MINI belum akan di-CKD (complete knock-down/dirakit) di Indonesia, karena kan banyak yang harus dipersiapkan terlebih dahulu. Tapi sampai saat ini belum ada," ujar Jodie.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lalu bagaimana dengan BMW, apakah masih akan menambah model untuk di CKD di Indonesia? "CKD pasti akan kita tambah, tunggu saja undangannya. Karena kita memang belum bisa bicara," ujar Jodie.

Sebagai catatan, BMW memang sudah merakit beberapa model Indonesia seperti Seri 3, seri 5, X1 dan X3. Langkah ini sengaja diambil agar tidak terkena pajak-pajak yang tinggi.

Dirinya menambahkan, penjualan BMW di Indonesia meningkat setiap tahunnya. "Penjualan BMW meningkat setiap tahunnya, seperti pada 2015 kemarin. Penjualan BMW Group naik 5,7 persen," katanya.

Berdasarkan data BMW Group, dikatakan BMW Group Indonesia pada 2015 kemarin mendapatkan pertumbuhan penjualan sebanyak 5,7 persen, atau mendapat rekor penjualan sebanyak 3.638 unit untuk kendaraan BMW dan MINI. Sekaligus menandai pertumbuhan positif yang telah berlangsung selama lima tahun berturut-turut.

Total penjualan 2015 terdiri dari 2.700 kendaraan BMW, 477 unit MINI dan 461 unit BMW Premium Selection – kendaraan MINI NEXT.

Pada skala global, BMW Group mengumumkan bahwa penjualannya tumbuh secara konsisten sepanjang tahun, mengantarkan total 2.247.485 kendaraan BMW, MINI, dan Rolls-Royce untuk pelanggan di seluruh dunia, dan menorehkan rekor tahun sukses kelima.

Semua brand di bawah payung BMW Group mengakhiri tahun 2015 dengan penjualan yang tinggi pada bulan Desember, sehingga dengan demikian mempertahankan posisinya sekali lagi sebagai produsen kendaraan premium terkemuka di dunia. (nkn/rgr)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads