Kepala Wilayah PT Sejahtera Indobali Trada sebagai distributor resmi mobil Suzuki, Fie An mengatakan, 2011 dan 2012 secara berturut-turut Suzuki menguasai pangsa pasar sebesar 28 dan 29 persen. Namun, tahun-tahun berikutnya Suzuki menjadi nomor dua di Bali, di bawah Toyota.
Kini, menurut Fie An, pihaknya tengah berusaha untuk merebut mahkota penjualan mobil di Bali. Targetnya pada 2017 atau 2018 Suzuki sudah bisa menjadi 'raja' di Bali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fie An melanjutkan, pihaknya juga telah menyiapkan jurus-jurus untuk kembali merebut mahkota penjualan di Pulau Dewata. Strategi yang disiapkan Suzuki adalah dengan memperkuat penjualan maupun purna jual di setiap kabupaten di Bali.
"Kita di setiap kabupaten mesti kuat baik penjualan, servis, maupun sparepart. Orang lain (merek lain) mungkin juga melakukan hal yang sama. Nah, kalau kita harus pertajam program penjualan. Kira-kira tipe-tipe apa yang lebih bisa mengembangkan volume penjualan," katanya.
Selain itu, Suzuki juga tetap menjaga kualitas kendaraannya maupun layanan purnajualnya. Hal itu dilakukan agar konsumen lebih percaya dan bisa menjadi pelanggan setia.
"Tetap menjaga kualitas dan performa sampai konsumen itu dia mau balik lagi pakai Suzuki. Jadi kita perkuat sales, servis dan sparepart. Sales udah pasti bagaimana kita melihat potensi yang kita bisa masuk," ujarnya. (rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Di RI Banyak Merek Motor Listrik, Kenapa Harus Emmo Rp 50 Jutaan buat MBG?
Bengkel Belum Ada, Kok BGN Nekat Beli 25 Ribu Unit Motor MBG?
Diborong Proyek MBG, Desain Motor Listrik Emmo Baru Didaftarkan Akhir Tahun Lalu