Salah seorang manager di diler Ford belum bisa memastikan soal indikasi itu. Saat ini, pihaknya masih menunggu keputusan yang diambil dari FMI.
"Saya belum bisa mengeluarkan statement itu, menuju ke sana (menjadi importir Ford) juga kita belum tahu. Intinya kita masih menunggu keputusan FMI akan seperti apa. Kalau bicara menjual, ya kita akan menjual. Kalau FMI mengeluarkan keputusan apa, tentunya kalau bisa kita jalani ya kita jalani. Jadi ya wait and see dulu," ujarnya kepada detikOto, Kamis (11/2/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menurut saya pribadi, Ford itu sudah terlanjur punya market tersendiri. Sayang kalau harus dibiarkan begitu saja. Setelah kita tunggu dari FMI seperti apa, nantinya akan kita rilis keputusannya seperti apa. Tapi untuk saat ini kami masih menunggu keputusan FMI dulu. Karena kan kita jadi diler mereka," ucapnya.
Dia menegaskan, fokus Nusantara Ford saat ini adalah menjaga kepercayaan konsumen terkait layanan purna jualnya. Apalagi setelah adanya keputusan FMI untuk cabut dari pasar otomotif Indonesia.
"Yang kita fokus saat ini adalah supaya customer yang sudah ada kita jaga. Mereka (konsumen) punya faktor keamanan bahwa mobilnya sudah jalan lalu sparepartnya bagaimana, itu yang kita jamin," ujarnya. (rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Merasa Jago Nyetir? Buktikan di Kuis Ujian 'SIM' DetikOto, Ada Hadiahnya!
Opsen Mencekik! Muncul Gerakan Setop Bayar Pajak Kendaraan