Hingga Hari Ini Masih Ada yang Beli Mobil Ford

Hingga Hari Ini Masih Ada yang Beli Mobil Ford

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Kamis, 11 Feb 2016 16:49 WIB
Hingga Hari Ini Masih Ada yang Beli Mobil Ford
Foto: Dadan Kuswaraharja
Jakarta - Kabar mengenai keputusan Ford Motor Indonesia (FMI) untuk tidak lagi menjual mobil di Indonesia sudah beredar beberapa pekan lalu. Namun ternyata, peminat Ford tak hilang begitu saja.

Salah satu manager Ford Nusantara sebagai salah satu diler Ford terbesar di Indonesia mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih menerima penjualan mobil Ford. Bahkan, hari ini, Kamis (11/2/2016), pihaknya masih menerima penjualan.

"Kita penjualan masih ada yang beli di kita. Hari ini juga ada pembelian Ecosport. Jadi penjualan masih jalan," kata sumber itu kepada detikOto, Kamis (11/2/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, konsumen yang membeli mobil Ford akhir-akhir ini sudah mengetahui berita soal cabutnya Ford dari pasar Indonesia. Namun, pihak Nusantara Ford menjamin pelayanan kepada konsumennya.

"Konsumen sudah tahu. Mereka rata-rata datang ke sini (diler Ford) nanya dulu, nanti ke depannya bagaimana. Kita jawab, kita akan tetap memberikan pelayanan kepada customer, jaminan suku cadang dan sebagainya," katanya.

Dia melanjutkan, Nusantara Ford sendiri tidak memberikan diskon besar-besaran pada mobil Ford yang dijualnya. Namun, peminatnya masih ada.

"Harga kita normal, kita enggak ada banting harga. Kalaupun ada diskon ya itu diskon normal. Sebelum keputusan ini pun diskon sudah ada. Biasanya diskon Rp 5-10 juta. Normal sih itu," ujarnya.

Hanya, dia mengakui, performa penjualan mobil Ford yang ditangani Nusantara mengalami penurunan dibanding sebelum pengumuman keputusan hengkangnya Ford. Tapi sayangnya, dia belum bisa membeberkan seberapa besar penurunan penjualan itu.

"Memang (penjualan) tidak sebesar seperti biasa. Ada penurunan pastinya. Per bulan rata-rata Nusantara itu di angka 200-250 unit (penjualan normal sebelum keputusan Ford hengkang). Tapi, kita belum mengukur seberapa besar penurunannya. Kita belum menghitung karena isu ini baru beberapa minggu," ucapnya. (rgr/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads