4W Deputy Managing Director PT Suzuki Indomobil Sales, Davy J Tuilan mengatakan situasi perekonomian Indonesia yang kurang kondusif, berdampak pada penjualan dan pangsa pasar Suzuki.
"Market tahun 2015 penjualan retail 1,031 juta. Market turun karena situasi ekonomi kurang kondusif tahun 2015 dimana pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan 5,7 persen ternyata turun hanya 4,7 persen," kata Davy.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Angka tersebut menurun jika dibandingkan pada tahun 2014 dengan penjualan 160.490 unit dan pangsa pasar 13,4 persen.
Kontribusi terbesar penjualan Suzuki yakni Suzuki Ertiga untuk segmen kendaraan penumpang dengan level 13-14 persen dalam kurun waktu 2 tahun (2014-2015).
Di tahun 2015 lalu, Suzuki meluncurkan beberapa mobil seperti Wagon R, New Ertiga, Swift GS, Celerio, serta Ciaz.
Kurang kondusifnya kondisi industri otomotif ini justru membuat Suzuki Indonesia menyiapkan berbagai strategi. Salah satunya, Suzuki terpacu untuk meningkatkan investasi di Indonesia melalui pembukaan pabrik baru di Kawasan Industri Greenland International Industrial Center (GIIC) Blok AC No.1 Kota Deltamas, Cikarang Pusat - Bekasi, Jawa Barat dengan total investasi sebesar US$ 1 miliar.
"Karena Suzuki yakin potensi pasar otomotif yang besar di Indonesia ke depannya. Dengan beroperasinya pabrik baru tersebut, diharapkan dapat meningkatkan produksi produk-produk Suzuki sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia," ujarnya.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Tukang Tambal Ban Pungut Pelat Nomor Terbawa Banjir, Minta Tebusan Rp 50 Ribu
Pengendara Singapura Banyak yang Mau Balik Beli Mobil Bensin
Lawan Arah di Malaysia Didenda Rp 60 Juta, di Indonesia Cuma Rp 500 Ribu