"Dia sendiri sudah menulis case closed di forum internet itu kan," ujar Direktur Pemasaran PT Honda Prospect Motor Jonfis Fandy saat ditanya detikOto soal kemungkinan kasus itu merembet ke penjualan HR-V di Indonesia.
Jonfis ditemui di Bali menuturkan, sebenarnya pihak bengkel sudah menawarkan beberapa kali untuk datang langsung ke rumah konsumen di Jember tersebut, namun si pemilik mobil sibuk sehingga tidak menemukan waktu yang pas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jonfis menilai hal ini tidak perlu mendapatkan penanganan langsung dari Honda Jepang, cukup dengan teknisi dari diler setempat saja.
Diler tersebut sudah memiliki alat pendeteksi bunyi-bunyi sampai sekecil apapun suaranya. "Kita sudah lama punya noise catcher itu," ujarnya.
Soal bunyi-bunyian pada mobil, lanjut Jonfis memang bisa saja terjadi pada mobil apapun. "Karena dia bergerak terus kan, suatu saat pasti ada bunyi muncul," ujarnya.
Dalam pengalamannya di bengkel Jonfis pernah menemukan bunyi-bunyi aneh di mobil. "Ternyata pas dicek lebih lanjut ternyata suara pelat nomor," ujarnya sambil tersenyum. (ddn/lth)












































Komentar Terbanyak
2 Pabrik Otomotif Jepang di RI Cabut ke Vietnam, Ribuan Pegawai Kena PHK
2 Pabrik Otomotif Jepang di RI Mau Cabut ke Vietnam, Ini Alasannya
Indonesia Ditinggal Kabur Pabrik Otomotif, Pemerintah Harus Ambil Sikap!