MPV Wuling Indonesia Pakai Basis Produk di China yang Disesuaikan

MPV Wuling Indonesia Pakai Basis Produk di China yang Disesuaikan

Arif Arianto - detikOto
Kamis, 28 Jan 2016 16:19 WIB
MPV Wuling Indonesia Pakai Basis Produk di China yang Disesuaikan
Foto: George Kibum (Pembaca)
Jakarta -

Mobil serbaguna (MPV) Wuling yang akan diproduksi dan dipasarkan di Indonesia pada 2017 mendatang dibuat dengan basis platform MPV yang telah dibuat dan dipasarkan di China oleh SAIC General Motors Wuling (SGMW). Namun, untuk Indonesia platform tersebut telah disesuaikan dengan kondisi yang ada.

"Misalnya, kalau di sana menggunakan setir kiri, kami ubah menjadi setir kanan. Begitu pun dengan sasis yang kami sesuaikan dengan kondisi jalanan Indonesia," tutur Presiden Direktur PT SGWM Motor Indonesia, Xu Feiyun di Jakarta, Kamis (28/1/2016).

Selain itu, lanjut Feiyun, serangkaian fitur dan teknologi pendukung lainnya juga disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan konsumen Indonesia. Dia menegaskan, pihaknya berusaha untuk mengendarkan dan melihat kebutuhan konsumen Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hasilnya adalah, kami harus menghasilkan produk yang berkualitas. Karena kami tahu MPV merupakan segmen pasar terbesar di Indonesia. Persaingannya juga ketat. Kami juga tahu bagaimana selera pasar Indonesia terhadap kualitas dan fitur mobil," ucapnya.

Pabrikan asal China yang merupakan kerjasasama antara SAIC Motor, General Motors, serta Wuling Motor itu mengaku berkomitmen untuk melakukan bisnis dalam jangka panjang di Indonesia. Walhasil, apa yang dilakukannya untuk memproduksi dan memasarkan mobilnya juga tidak main-main.

"Kami berkomitmen bisnis dalam jangka panjang. Sehingga, dalam bisnis ini kami akan terus mengembangkan jaringan baik itu layanan penjualan, layanan purna jual, dan penyediaan suku cadang," papar Feiyun.

Pada saat MPV tersebut mulai dipasarkan pada 2017 nanti, lanjutnya, SGMW telah memiliki 35 diler di berbagai kota besar di Indonesia. Pabrikan ini juga telah membangun pabrik di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat dengan investasi US$ 700 juta atau sekitar Rp 9,66 triliun.

Penyiapan sumberdaya manusia pun dilakukan dengan mendirikan sekolah otomotif Wuling dan teah mengirim 63 orang lulusan sekolah menengah dari Indonesia untuk belajar otomotif.

(arf/lth)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads