Pernyataan NHTSA yang dilansir Reuters, menyebut awalnya lembaga itu telah mendapatkan kritikan pedas dari kongres karena dianggap lemot menangani isu-isu keselamatan. Kritik itu bermula dari tertundanya penarikan 2,6 juta mobil buatan General Motors yang mengalami cacat pada kunci kontak dan menyebabkan 124 orang tewas.
Sejak itu, NHTSA melakukan serangkaian reformasi dan membuat pernaikan dalam penangangan mobil yang ditengarai bermasalah. Lembaga ini meminta pabrikan yang produknya ditengarai bermasalah untuk segera melakukan penarikan, dan jika terlambat atau lali akan didenda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari jumlah tersebut, 12 juta unit diantaranya dikarenakan cacat pada airbag Takata. Masalah karena airbag tersebut berlanjut pada 2015 lalu,
"Penarikan besar-besaran terjadi masih terkait dengan fitur keamanan. NHTSA telah melakukan upaya besar sepanjang tahun lalu untuk meningkatkan proses identifikasi cacat kendaraan, dan upaya yang akan dilakukan," tutur Administrator NHTSA, Mark Rosekind.
Para pabrikan mobil telah sepakat dengan penarikan dan secara sukarela melakukannya, NHTSA juga mengumumkan peluncuran kampanye Safe Cars Save Lives. Kampanye iklan digital itu memberikan informasi kepada para pemilik mobil tentang nomor identitas kendaraan (VIN) mereka untuk dicocokan dengan daftar mobil yang harus ditarik karena adanya dugaan masalah tertentu.
(arf/arf)










































