Selama ini Panasonic telah membuat baterai untuk motor listrik bagi mobil hybrid dan mobil listrik. Pernyataan perusahaan yang dilansir Automotivenews, Kamis (21/1/2016), menyebut, dengan masuk ke sektor otomotif yang lebih jauh β teknologi mobil otonom β tingkat pendapatan diharapkan melonjak hingga 62 persen pada 2019 mendatang.
Bahkan diperkirakan, pada Maret 2019 nanti, 21 persen penjualan global Panasonic disumbangkan oleh penjualan perangkat otomotif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagaimana memanfaatkan kompetensi inti di bidang otomotif adalah fokus utama kami," ujarnya.
Namun, Shibata tak menampik anggapan bahwa pihaknya masih ketinggalan di teknologi mobil otonom atau mobil tanpa sopir. Meski begitu dia menegaskan, bahwa PanasonicΒ berusaha untuk mengekar ketertinggalan itu dengan menyuguhkan teknologi terkini dari teknologi mobil otonom. Bahkan bulan ini melakukan pengetesan.
Pengembangan teknologi tersebut merupakan bagian dari investasi senilai US$ 50 juta atau sekitar Rp 690 miliar. Hal ini juga menguatkan proses migrasi Panasonic, dari industri televisi ke otomotif.
Raksasa eletronik lain, seperti Google, Samsung, dan bahkan LG telah menyatakan untuk mengembangkan teknologi pendukung mobil otonom.Β Selain itu, mereka juga menawarkan suku cadang dan perangkat yang berkaitan dengan mobil berteknologi otonom. (arf/ddn)












































Komentar Terbanyak
Intip Garasi Kakanwil Pajak Jakarta Utara yang Dicopot Purbaya
Pasutri Ngerokok di Motor sambil Bawa Bayi-Ditegur Ngamuk, Endingnya Begini
Mobil China Bikin Mata Konsumen Indonesia Jadi Terbuka