Sebuah laporan yang dilansir Inautonews, Senin (18/1/2016) menyebut sinyalemen penggenjotan produksi itu diungkapkan Chief Fiat Chrysler Automobile (FCA) Sergio Marchionne yang merupakan salah satu pemegang saham mayoritas Ferrari.Β
"(Tetapi) Kami perlu melihat apakah pasar bisa menyerap 9.000 unit, sebelum kita ke sana (menggenjot produksi hingga 9.000 unit per tahun)," ujarnya di sela-sela acara North American International Auto ShowΒ 2016 di Detroit, Amerika Serikat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama ini, Ferrari juga terbukti juga tak berminat untuk memperluas varian yang diproduksi yang berbeda dengan varian yang telah sejak awal dibuatnya. Misalnya, pabrikan ini tidak mau memproduksi sport utility vehicle (SUV), meski saat ini banyak pabrikan mobil mewah atau bahkan supercar yang memproduksi mobil jenis ini.
Lembaga konsultan dan penelitian otomotif, HIS Automotive, Ferari masih akan mengandalkan pasar tradisionalnya, yakni Amerika Serikat untuk menjajakan produknya. Pasar Negeri Paman Sam itu diperkirakan masih akan menyerap 35 persen produk Ferrari pada 2020. Naik dari angka 30 persen tahun lalu. Total penjualan FerrariΒ saat itu sebanyak 7.700 unit, atau meningkat 500 unit dibanding 2014 yang sebanyak 7.200 unit.
Menurut Massimo Vecchio, analis sebuah perusahaan konsultan di Milan, Mediobanca, pendapatan Ferrari juga bakal berlipat jika telah menjual 9.000 unit per tahun. Sepanjang tahun lalu perolehan laba Ferrari mencapai US$ 1,19 miliar atau sekitar Rp 16,42 triliun pada 2014. (ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Habis Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Pemotor PCX Kini Minta Diampuni
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk