Setelah tahun lalu ditemukan telah membanjiri pasar pelumas Rusia, kini jaringan bisnis oli palsu kembali ditemukan di Negeri Beruang Merah itu. Nilainya cukup fantastis, US$ 160 juta atau sekitar 2,2 triliun per tahun dari sebuah perusahaan saja.
Sebuah laporan yang dikutip Inautonews, Jumat (15/1/2016), polisi negeri itu berhasil membongkar jaringan bisnis tersebut. Beberapa unit penyimpanan ditemukan di pinggiran kota Moskow.
Lebih dari 70 ton oli atau sekitar 80.000 tabung oli ditemukan polisi di tempat itu. Kemasan itu berupa kemasan tabung plastik yang didatangkan dari Belasrusia dan kemudian diisi pelumas palsu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oli-oli palsu itu umumnya dijajakan di outlet penjualan bermesin otomatis. Hingga saat ini polisi masih menyelidiki, apakah selain dijajakan di Moskow juga dipasarkan di sejumlah negara tetangga. (arf/rgr)












































Komentar Terbanyak
Penjelasan Pertamina soal Harga Pertamax Tiba-tiba Naik 10 Juni
Cerita Prabowo Naik Maung: Atap Bocor, Bunyi Gledak-gledak
Jangan Kaget Lihat Harga Pertamax, Sekarang Tembus Rp 16.250/liter