Rolls-Royce Jual 3.785 Unit Mobil di 2015

Rolls-Royce Jual 3.785 Unit Mobil di 2015

Arif Arianto - detikOto
Kamis, 14 Jan 2016 17:09 WIB
Rolls-Royce Jual 3.785 Unit Mobil di 2015
Foto: Rolls-Royce
London - Tahun 2015 lalu total ada 3.785 unit kendaraan hand-made Rolls-Royce diserahkan kepada pemiliknya di seluruh dunia. Bagi Rolls-Royce ini merupakan rekor penjualan terbesar kedua dalam 112 tahun sejarah Rolls-Royce, setelah tahun 2014 lalu Rolls-Royce menjual 4.063 unit.
Β 
Penjualan RR selama 2015 naik 13% di kawasan Asia Pasifik, 6% di kawasan Amerika Utara, dan 4% di kawasan Timur Tengah.

Sedangkan di Korea malah lebih fantastis lagi yakni naik 73 persen, Qatar naik 21%, Jepang dan Amerika dengan kenaikan penjualan 7%, Inggris dengan kenaikan penjualan 2%, dan Rusia dengan kenaikan penjualan 1%.

Negara berkembang seperti Indonesia, Taiwan, Malaysia and Kazakhstan juga menunjukkan perkembangan penjualan yang cukup baik dibandingkan periode sebelumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penjualan yang sangat baik ini didorong dari antusiasme yang cukup besar terhadap Ghost dan Wraith di seluruh belahan dunia. Sedangkan Phantom memiliki pertumbuhan yang relatif stabil dimana hal ini menunjukkan bahwa produk tertinggi dari Rolls-Royce Motor Cars ini tetap menjadi puncak yang ingin diraih semua orang. Di tahun 2015, Rolls-Royce sekali lagi membukukan penjualan yang sangat baik di segmen super-luxury, mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar selama beberapa dekade terakhir," ujar Torsten MΓΌller-Γ–tvΓΆs, Chief Executive Officer, Rolls-Royce Motor Cars dalam pernyataannya.

Untuk terus membuktikan komitmennya terhadap perkembangan layanan dan jaringan yang sustainable, Rolls-Royce Motor Cars menambah 5 dealer baru di tahun 2015.

Hal tersebut melengkapi jaringan penjualan Rolls-Royce Motor Cars menjadi 130 dealer dan akan terus berkembang di tahun 2016. Rolls-Royce Motor Cars Abu Dhabi telah menorehkan penjualan tertinggi selama tiga tahun berturut-turut sejak tahun 2013.

Rolls-Royce di China Anjlok 54 Persen

Namun jika di kawasan lain relatif naik, maka penjualan mobil di China sepanjang 2015 lalu justru anjlok hingga 54 persen dibanding tahun sebelumnya.

"Penurunan yang signifikan. Seluruh sektor mobil mewah juga melambat," bunyi pernyataan Rolls-Royce di China.

Meski tahun lalu melorot, namun Chief Executive Officer Rolls-Royce, Torsten Mueller-Otvos mengatakan dirinya percaya diri bahwa penjualan tahun ini bakal kembali membaik.

(arf/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads