Seperti dilaporkan Zigwheels, Rabu (23/12/2015), sebuah laporan dari sejumlah analis menyebut, Hyundai harus menjual setidaknya 50 persen lebih tinggi dari rata-rata penjualan saban bulan untuk mencapai target penjualan 5,05 juta unit tahun ini. Sebelumnya, Hyundai diuntungkan oleh lonjakan permintaan mobil di China.
Dalam beberapa tahun terakhir, permintaan mobil di Negeri Tirai Bambu itu mengalami lonjakan, terutama sejak 2009. Begitu pun di negara-negara emerging market seperti Rusia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satu-satunya wilayah pasar yang masih membukukan kenaikan penjualan Hyundai adalah Amerika Serikat. Di Negeri Paman Sam itu, penjualan merek asal Korea Selatan itu masih naik sebesar 5,6 persen.
Secara global, penjualan Hyundai pernah mengalami penurunan yang cukup tajam pada 2008. Saat itu penjualan pabrikan ini susut 327.000 unit dan menjadi 3.110.000 unit.
Penyebab penurunan itu adalah kondisi ekonomi Amerika Serikat. Pada tahun itu, negeri ini dililit krisis keuangan yang juga berdampak ke berbagai negara. Walhasil, pada tahun berikutnya, Hyundai tak mematok target penjualan.
Sementara itu, sejumlah analis memperkirakan kondisi sulit masih akan dihadapi Hyundai pada 2016 mendatang. Pasalnya, China yang menjadi pasar terbesar masih berjuang untuk pemulihan krisis. Begitu pun di Rusia dan Brasil yang masih terbelit masalah ekonomi.
(arf/arf)












































Komentar Terbanyak
Permintaan Maaf Pemobil yang Konvoi Zig-zag di Tol Becakayu
Kebut-kebutan di Tol JORR, Endingnya Pajero Sport-BMW Ringsek!
Perpanjang STNK Tahunan dan 5 Tahunan, Duitnya Buat Apa?