Ketua DGCI Chapter Jakarta Barat dan Utara (Batara), Awi mengatakan, banyak anggota komunitasnya yang menunggu kehadiran Datsun bertransmisi otomatis. Apalagi jika mobil itu digunakan di perkotaan yang sering macet.
"Sebenernya yang ditunggu-tunggu itu Datsun yang matiknya. Dari awal sampai sekarang kok enggak keluar-keluar. Udah sering kita omongin. Kita udah nanya Datsunnya katanya tahun depan-tahun depan terus," kata Awi di sela acara perayaan satu tahun DGCI Chapter Jakarta Barat dan Utara di Kemayoran, Jakarta, Minggu (13/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banyak yang nanya, 'Datsun ada matiknya enggak?' Apalagi wanita, dia kan lebih senang metik. Soalnya kalau manual, injak koplingnya yang capai," kata Awi.
Wakil DGCI Chapter Batara, Jerico Halim membenarkan pernyataan Awi. Menurutnya, menggunakan mobil bertransmisi manual di perkotaan yang macet melelahkan.
"Coba bawa manual ke Puncak (Bogor), bisa stres. Saya sendiri enggak mau ke Puncak bawa manual. Kalau mau pakai manual ya berangkatnya subuh sekalian biar enggak macet," kata Jerico. (rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Asosiasi Ungkap Biang Kerok 'Krisis Ojol' di Jakarta: Biaya Aplikasi Dipotong Gede!
Provinsi Ini Bolehkan ASN Mudik Pakai Mobil Dinas, Asalkan Bukan buat Pamer
Sewa Rp 160 Juta/Bulan, Segini Harga Mobil Land Rover yang Dipakai Wali Kota Samarinda