Seperti detikOto kutip dari Reuters, Sabtu (13/12/2015), peneliti dari Universitas Nankai telah menghabiskan dua tahun untuk mewujudkan kendaraan yang dikendalikan dengan pikiran.
Dengan menggunakan perangkat pembaca sinyal otak, sang sopir bisa mengendalikan mobil untuk maju, mundur berhenti, mengunci dan membuka kendaraan tanpa menggerakkan tangan atau kaki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tester sinyal EEG diambil oleh alat ini (pembaca sinyal otak) dan ditransmisikan secara nirkabel ke komputer. Komputer memproses sinyal untuk mengkategorikan dan membenarkan niat seseorang, kemudian diterjemahkan ke dalam perintah kontrol ke mobil. Inti dari seluruh proses ini adalah untuk memproses sinyal EEG yang diterjemahkan pada komputer," jelas Zhang.
Para peneliti mengatakan, ide awal adalah mereka terinspirasi untuk membantu penyandang disabel yang secara fisik tidak dapat mengontrol mobil.
"Ada dua titik awal dari proyek ini. Yang pertama adalah untuk menyediakan metode mengemudi tanpa menggunakan tangan atau kaki untuk penyandang disabel yang tidak mampu bergerak bebas, dan kedua, untuk memberikan orang sehat dengan mode mengemudi baru dan lebih cerdas," sebut Zhang.
Pengembangan teknologi ini bekerja sama dengan produsen mobil China, Great Wall Motor. Namun, untuk saat ini teknologi ini baru bisa memungkinkan kendaraan melaju lurus. Peneliti juga belum ada rencana untuk memproduksi massal.
Associate Professor Duan Feng dari College of Computer and Control Engineering Universitas Nankai yang memimpin proyek ini. Dia menekankan, teknologi ini ditujukan untuk lebih baik melayani manusia. Menurutnya, teknologi ini mungkin bisa saja digabungkan dengan teknologi mobil otonom.
(rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Diklakson Gegara Lane Hogging, Sopir Yaris Ngamuk-Ngajak Ribut
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk