βMemang ada benar ada restrukturisasi di perusahaan kami, dan di tengah situasi ekonomi seperti ini, kami terpaksa dengan berat hati melakukan restrukturisasi dan efisiensi,β papar Presiden Direktur PEI, Norarman Bin Kardi dalam pesan singkatnya kepada detikOto.
Dia juga menegaskan, kendati ada kebijakan seperti itu, namun operasional di lapangan tetap berjalan normal. Baik penjualan unit mobil, penjualan suku cadang, serta layanan perbaikan tetap dilakukan seperti biasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βTapi apakah PEI masih akan berjalan seperti biasa meneruskan bisnis di Indonesia atau akan ada perubahan, sampai saat ini belum ada kejelasan,β ucapnya.
Sumber itu menyebut, salah satu alasan kebijakan itu adalah, kondisi kesehatan perusahaan yang menurun sejak dua tahun terakhir. Penjualan Proton di Indonesia terus menyusut. βApalagi pasar otomotif juga terus menurun, jadi penjualan Proton juga semakin susut,β kata dia.
Data menunjukkan, sepanjang 2013 penjualan mobil asal Malaysia itu masih tercatat di kisaran 1.000 unit. Namun di tahun berikutnya hanya 523 unit.
Bahkan, sepanjang 2015 ini, sampai Oktober lalu penjualan tercatat hanya di bawah 150 unit. Sedangkan model yang ditawarkan adalah Exora, Preve, Neo R3, Suprima S dengan Exora sebagai model terlaris.
(arf/ddn)












































Komentar Terbanyak
Harga Asli Pertalite Rp 18.040/Liter Lebih Mahal dari Pertamax, Begini Kata Pertamina
Dulu Laku Ribuan Sebulan, Penjualan BYD Atto 1 Tiba-tiba Cuma 26 Unit
Isi Garasi Menteri Terkaya di RI yang Hartanya Tembus Rp 6 Triliun