Informasi ini muncul setelah sejumlah postingan karyawan Proton yang mengalami PHK beredar di media sosial.
Belum ada konfirmasi resmi dari PEI soal ini, namun apakah agen pemegang merek di Indonesia itu akan menghentikan sementara operasinya atau tidak di Indonesia, hingga kini belum ada penjelasan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, sumber ini menolak berkomentar jauh tentang kemungkinan hengkangnya Proton dari Indonesia. Menurutnya, potensi penjualan masih besar.
βSemuanya tentu serba mungkin, karena pasar di Indonesia masih menjanjikan. Bisa saja reformulasi strategi bisnis dilakukan,β ucapnya singkat.
Penjualan mobil Proton di Indonesia memang trennya terus menurun. Data menunjukkan, sepanjang 2013 penjualan mobil asal Malaysia itu masih tercatat di kisaran 1.000 unit. Namun di tahun berikutnya hanya 523 unit.
Bahkan, sepanjang 2015 ini, sampai Oktober lalu penjualan tercatat hanya di bawah 150 unit. Sedangkan model yang ditawarkan adalah Exora, Preve, Neo R3, Suprima S dengan Exora sebagai model terlaris.
Proton sendiri awal tahun ini membuat geger setelah meneken perjanjian dengan PT Adiperkasa Citra Esemka dalam memproduksi βmobil nasionalβ untuk Indonesia. Namun hingga kini belum ada juga keberlanjutannya.
(arf/ddn)












































Komentar Terbanyak
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk
Viral Pemotor Maksa Lawan Arah, Nggak Dikasih Lewat Malah Ngamuk!