Seperti dilaporkan CNN, Kamis (12/11/2015), salah seorang pemilik mobil VW, Steve Szabo, misalnya, mengaku ogah menerima gift card tersebut. βSaya tidak ingin voucher US$ 500 itu,β kata dia.
Pria yang membeli mobil VW pada Juli lalu, atau dua bulan sebelum kecurangan uji emisi VW terkuak, itu ingin VW membeli kembali mobilnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepertinya halnya Szabo, pemilik mobil VW lainnya juga merasa terjebak. Mereka galau tak bisa menjual mobilnya di tempat lain.
Para pemilik itu sebelumnya beranggapan, mobil VW akan irit bahan bakar karena berdasar hasil uji emisi. Begitu pun tingkat keramahannya terhadap lingkungan.
Sejauh ini, para pejabat Volkswagen masih bungkam soal tuntutan pembelian kembali mobil oleh para pemilik tersebut.
Bahkan, seorang pemilik mobil lainnya, Danny Lori menyebut tawaran gift card oleh VW itu merupakan sebuah penghinaan. Maklum, selama 20 tahun terakhir, dia telah menggunakan dua mobil buatan Grup VW, yakni mobil VW dan Audi A3.
Dia mengaku kepincut mobil itu karena mobil-mobil tersebut menjanjikan keramahan terhadap lingkungan yang tinggi, termasuk tingkat konsumsi bahan bakar.
"VW/Audi berbohong dan menipu saya untuk memiliki sebuah kendaraan yang sangat mencemari. Dan saya telah mengemudikannya selama empat tahun," katanya.
Β
Oleh karena itu, tak berbeda dengan Szabo, dia juga menuntut VW untuk membeli kembali mobilnya. βDan mengembalikan uang saya. Ini keterlaluan,β ucapnya.
Kemarahan juga diungkapkan Brenda Andrews. Perempuan ini mengaku harus menempuh perjalanan sejauh 400 kilometer dari rumahnya di Oregon ke Portland demi mendapatkan mobil VW.
"(Tetapi) Seluruh alasan saya untuk membeli VW Jetta TDI SportWagen adalah palsu," katanya.
Sebelumnya, Andrews mengira dengan membeli mobil itu maka dia telah membeli mobil diesel yang bersih serta hemat bahan bakar. Tapi betapa kecewanya dia saat mengetahui ternyata, kinerja mesin diesel itu tak seperti yang dikira.
Sementara seorang agen asuransi di San Francisco, Richard Holmes, mengaku dirinya rela untuk melakukan kredit membeli mobil demi mobil VW yang diidamkannya. Lantaran itulah, dia merasa dikhianti, ketika ternyata hasil uji emisi mesin diesel itu merupakan buah kecurangan.
"Saya merasa dikhianati oleh VW dan secara sistematis ditipu,β akunya.
Namun tak semua pemilik mobil menginginkan pabrikan membeli kembali mobilnya, meski menyebut VW telah melakukan tindakan yang menyebalkan. David Rosing, seorang insinyur yang bekerja di NASA Jet Propulsion Laboratory untuk ekspedisi ke Mars misalnya.
Dia mengaku marah kepada VW begitu tahu pabrikan itu melakukan kecurangan uji emisi. Namun tak demikian dengan istrinya. "Istri saya mencintai mobil (VW). Kami telah berbicara tentang kemungkinan apakah ada kemungkinan untuk menggantinya?,β kata dia.
Rosing bahkan telah menghitung emisi mesin diesel VW itu bersama istrinya, dengan melakukan tes drive. Hasilnya, tingkat emisi mobil itu dirasa masih lebih baik ketimbang mesin mobil lainnya, termasuk mesin bensin sekali pun.
Dia menambahkan bahwa teknologi diesel dapat menjadi sangat bersih jika itu dilakukan dengan benar, tetapi dia khawatir skandal uji emisi VW itu bisa mematikan mobil diesel di pasar Amerika Serikat.
(arf/ddn)












































Komentar Terbanyak
Diklakson Gegara Lane Hogging, Sopir Yaris Ngamuk-Ngajak Ribut
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk