Pabrikan ini menggelontorkan investasi senilai US$ 1 miliar atau sekitar Rp 13,7 triliun untuk mengembangkan kecerdasan buatan dan teknologi robot agar tekad itu terwujud.
Seperti dilaporkan Thje Guardian, Minggu (8/11/2015), pusat riset dan pengembangan teknologi itu dibangun Toyota di Silicon Valley, California, Amerika Serikat. Tepatnya, didirikan di dekat Universitas Stanford, dan akan mempekerjakan 200 orang karyawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, pabrikan ini juga akan mendirikan pusat penelitian dan pengembangan bidang yang sama di kota Cambridge, Massachusetts, berdekatan dengan kampus Massachusetts Institute of Technology.
Toyoda menegaskan, upaya yang dilakukan pihaknya didasari pemikiran bahwa Toyota mampu untuk mengembangkan mobil tersebut. Namun, seiring dengan banyaknya pabrikan yang berlomba untuk memproduksi mobil jenis ini, maka proses inovasi untuk mendapatkan teknologi lebih maju harus dilakukan.
"Kecerdasan buatan memiliki potensi yang penting untuk memperbaiki berbagai masalah di masyarakat," ujarnya.
Sementara, sejumlah kalangan menduga pendirian fasilitas riset dan pengembangan milik Toyota itu berkaitan dengan riset yang tengah dilakukan perusahaan Alphabet atau sebelumnya dikenal dengan nama Google dan Apple.
Seperti diketahui, keduanya sejak beberapa tahun terakhir getol mengembangkan teknologi untuk mobil otonom alias mobil yang bisa dikendarai tanpa keterlibatan sopir.
(arf/arf)












































Komentar Terbanyak
Diklakson Gegara Lane Hogging, Sopir Yaris Ngamuk-Ngajak Ribut
Digugat ke MK, Pengendara yang Merokok Diminta Dicabut SIM-nya
Modal Peluit, Jukir Liar di Minimarket Bisa Dapet Rp 9 Juta/Bulan