Seperti dilaporkan Autoevolution, Jumat (6/11/2015), Lembaga Keselamatan Lalu-lintas Nasional (NHTSA) Amerika Serikat menyebut, hasil penyelidikan menunjukkan, bagian-bagian tertentu airbag itu rentan mengalami korosi. Hal itu dikarenakan kesalahan proses produksi di pabrik.
Akibatnya, airbag berpotensi mengembang tiba-tiba tanpa alasan. Jika itu terjadi, pengemudi mobil akan terkaget-kaget, bingung, atau bahkan panik, sehingga membahayakan saat berkendara. Namun, kondisi sebaliknya juga bisa terjadi yaitu airbag tak mengembang sama sekali saat terjadi tabrakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lembaga itu juga menegaskan, hingga kini tidak ada laporan yang menyebut ada korban luka atau kecelakaan akibat masalah tersebut. Para pemilik mobil diharapkan untuk bersikap proaktif mengecek apakah mobil mereka termasuk model yang masuk dalam daftar penarikan.
Mereka juga diharapkan menghubungi diler untuk dijadwalkan dalam program perbaikan.Hanya, NHTSAtak menyebut berapa jumlah mobil yang bakal ditarik itu.
(arf/ddn)












































Komentar Terbanyak
2 Pabrik Otomotif Jepang di RI Cabut ke Vietnam, Ribuan Pegawai Kena PHK
2 Pabrik Otomotif Jepang di RI Mau Cabut ke Vietnam, Ini Alasannya
Indonesia Ditinggal Kabur Pabrik Otomotif, Pemerintah Harus Ambil Sikap!