Padahal selama dua bulan terakhir pengiriman mobil ke diler sudah berkisar antara 80.000 sampai 90.000 unit.
Menurut Direktur Pemasaran PT Toyota-Astra Motor Rahmat Samulo, tahun lalu pengiriman mobil mencapai 932.000-an, sekarang di periode sampai September 2015, hanya ada 764.600.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu Toyota merasa belum ada sinyal kenaikan pasar.
"Enggak bisa disimpulkan begitu, kenapa naik? Karena ada produk baru, di GIIAS (Gaikindo Indonesia International Auto Show), Toyota meluncurkan Avanza, Veloz, Hilux, Alphard. Kayaknya dengan produk baru di GIIAS, automaker banyak yang meningkatkan produksi untuk wholesales. Jadi lebih banyak dipicu oleh GIIAS dan produk baru," paparnya pada detikOto.
Toyota saja sudah mengirim Avanza dan Veloz sampai 16.000 unit selama bulan September. "Memang di angka cukup tinggi itu pas launching, untuk antisipasi demand Agustus September produksi di 16.000-an. Feeling saya market keliatannya naik smp akhir tahun tetapi belum bisa bilang ada perbaikan," ujarnya.
Untuk mencapai target penjualan mobil sebesar 1 juta unit sampai akhir tahun, dalam beberapa bulan yang tersisa di 2015 ini, minimal per bulan pabrikan harus menjual mobil sampai 79.000 unit sampai 80.000 unit.
"Perkiraan Gaikindo antara 950.000 sampai sejuta. Tahun depan agak sulit, tapi kita pengennya optimistis, tapi tergantung kondisi ekonomi. Kalau paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan pemerintah bisa menghasilkan efek yang bagus, tu bisa ngeboost market, tapi kembali tergantung apakah berhasil atau tidak usaha pemerintah. Saya harapkan berhasil, karena otomotif kan tergantung ekonomi," ujarnya.
(ddn/lth)












































Komentar Terbanyak
Habis Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Pemotor PCX Kini Minta Diampuni
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk