Dilansir dari Left Lane News, kabar itu muncul dari Allpar, yang menyebutkan penghentian produksi merupakan bagian dari kesepatakan FCA dan kalangan serikat pekerja atau UAW.
Rumor penghentian produksi Viper ini sudah muncul tahun lalu, setelah Dodge Viper mengalami kelesuan penjualan. Dodge memang sudah berencana melakukan update pada Viper dengan memasukkan opsi mesin supercharger, 8,4 liter V10 yang sanggup menghasilkan tenaga sampai 800 daya kuda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun karena penurunan penjualan Dodge bahkan harus memotorng harga si ular sampai US$ 15.000 pada seluruh model tahun 2015. Memang ada kenaikan angka penjualan tetapi dalam jangka panjang tidak cukup. Merek Viper mengalami penurunan sampai 55 persen di bulan September, dengan pengiriman turun 8 persen dalam 9 bulan pertama.
Viper kalah populer dengan mobil Dodge lain seperti Hellcat yang lebih bertenaga, mobil Dodge Charger juga menjadi mobil laris. Produksi mobil itu melebihi 4.000 unit, 3 kali lipat dari angka target penjualan Viper selama setahun.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Tukang Tambal Ban Pungut Pelat Nomor Terbawa Banjir, Minta Tebusan Rp 50 Ribu
Lawan Arah di Malaysia Didenda Rp 60 Juta, di Indonesia Cuma Rp 500 Ribu
Pengendara Singapura Banyak yang Mau Balik Beli Mobil Bensin