"Social entrepreneurship menggabungkan inovasi, sumberdaya dan kesempatan untuk mengatasi tantangan dan masalah sosial serta lingkungan melalui kewirausahaan," papar Kepala Datsun Indonesia Indriani Hadiwidjaja di Jakarta, Selasa (13/10/2015).
Melalui kegiatan ini, para peserta DRC diajak untuk mengajukan proposal ide wirausaha dan belajar tentang bagaimana membangun bisnis mereka secara berkelanjutan. DRC menargetkan lebih dari 2.000 proposal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setiap pemenang akan mendapatkan sebuah mobil Datsun GO+ Panca dan uang tunai sebesar Rp 50 juta yang diharapkan bisa menjadi modal awal usaha," papar Indri.
Dia menegaskan DRC merupakan paltform untuk membantu risers mencapai tujuan bisnis mereka. "DRC dua ini juga merupakan cara Datsun untuk mengapresiasi risers Indonesia yang telah mendukung kami, dengan berbagi peluang dan membangun sukses secara bersama-sama," kata Indri.
Pernyataan Indri diamini Vincent Cobee, Corporate Vice President, Global Head of Datsun. Menurutnya, Datsun merupakan merek global yang membantu mewujudkan impian orang untuk memiliki mobil menjadi kenyataan.
"Filosofi mewujudkan mimpi itu dituangkan ke dalam inisiatif dan program untuk mendukung cita-cita para risers dengan membuka peluang baru dalam hidup mereka, sekaligus meningkatkan taraf hidup mereka," ucapnya.
Adapun ihwal potensi pengembangan wirausahawan baru di Indonesia, Indri mengaku optimistis. Soalnya, jumlah wirausahawan di Tanah Air sangat banyak. Bahkan, mengutip laporan Kamar Dagang dan Industri 2014 lalu, Indri menyebut saat ini ada jutaan perusahaan yang terdaftar sebagai Usaha Kecil Menengah.
Peran usaha ini dalam perekonomian nasional sangat penting. Adapun pendaftaran DRC 2 akan dimulai 20 Oktober 2015 hingga 20 Januari 2016. Formulir bisa diunduh dari situs resmi Datsun Indonesia.
(arf/ddn)












































Komentar Terbanyak
Habis Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Pemotor PCX Kini Minta Diampuni
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk