Salah satunya dengan membangun pabrik raksasa Gigafactory di Nevada, Amerika Serikat. Pabrik tersebut dilengkapi dengan panel matahari untuk menyerap energi.
Tesla menargetkan angka penjualan 500 ribu mobil per tahun. Untuk itu, dibutuhkan produksi baterai lithium ion secara massal sebagai sumber tenaga mobil listrik tersebut. Dikutip dari Auto EVolution pada Sabtu (10/10/2015), demi mewujudkan sederet proyek ambisius, Tesla membangun Gigafactory untuk menyuplai produksi baterai ion litium (Li-ion).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tesla menggandeng Panasonic untuk memproduksi baterai yang hemat biaya itu. Baterai lithium ion diklaim lebih hemat, inovatif, dan lebih mudah digunakan. Tak hanya itu, Tesla juga menggadang-gadang baterai produksinya sebagai sumber energi terbarukan dan zero energi.
Bangunan yang menelan dana Rp 67 triliun itu direncanakan akan mencapai produksi baterai dengan kapasitas penuh pada 2020.
(lth/ddn)












































Komentar Terbanyak
Asosiasi Ungkap Biang Kerok 'Krisis Ojol' di Jakarta: Biaya Aplikasi Dipotong Gede!
Katanya Dikembalikan, Gubernur Kaltim Kok Pakai Range Rover Berpelat KT 1?
Provinsi Ini Bolehkan ASN Mudik Pakai Mobil Dinas, Asalkan Bukan buat Pamer