Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual PT Honda Prospect Motor Jonfis Fandy menyebut, bukan tidak mau pihaknya menguji LCGC itu. Hanya, pihak ASEAN NCAP memilih mobilnya secara acak.
"Mereka mengambil random. Cara pengambilan mereka kalau enggak salah berdasarkan jumlah penjualan. Atau juga APM (Agen Pemegang Merek) yang menyerahkan," kata Jonfis di Karawang, Jawa Barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau mereka mau Brio dites, bisa saja dites," ucap Jonfis.
Dia menegaskan, Honda memiliki standar kualitas sendiri, termasuk soal keamanan. Jonfis mengklaim, mobil-mobil Honda didesain lebih baik dibandingkan mobil kompetitor.
"Kalau kompetitor bintang empat ya kalau bisa kami bintang lima. Kalau mereka bintang lima, kita harus lima juga. Arahnya Honda itu adalah Top Class, paling top di kelasnya. Honda optimis, Karena kami punya fasilitas sendiri, belum lagi rangka bodi kita pakai G-CON," tegas Jonfis.
Seperti diberitakan detikOto sebelumnya, tiga LCGC di Indonesia yaitu Toyota Agya, Daihatsu Ayla dan Datsun GO telah melewati serangkaian tes tabrak. Agya dan Ayla mendapatkan penilaian empat bintang, sementara Datsun GO airbag dua bintang.
(rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Habis Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Pemotor PCX Kini Minta Diampuni
Harga Mobil di Indonesia Terkesan Mahal, Padahal...
Sopir JakLingko di Jaktim Bikin Resah, Penumpang Dihina 'Monyet'