βKami tahu dalam hal pajak di Indonesia, banyak yang menilai cukup memberatkan. Ada pajak barang mewah, ada kenaikan tarif bea masuk dan lainnya. Tentu, dengan naiknya pajak tentu membuat harga juga bertambah. Tapi ini bukan hambatan serius,β papar Regional Sales Manager Central Asia Rolls-Royce, David Kim kepada detikOto, di Jakarta, Rabu (30/9/2015).
Kim mengatakan, di wilayah manapun hambatan bisnis terutama impor pasti ada, meski wujudnya bermacam-macam dan bukan hanya sekadar tarif.Β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanya dia tak mau menyebut jumlah penjualannya di Indonesia selama Januari hingga Agustus lalu. Kim berdalih kebijakan tak menyebut angka penjualan tersebut merupakan kebijakan yang ditetapkan oleh Rolls-Royce pusat di Inggris.
βTapi yang pasti, kami terus tumbuh. Meski sedikit, tetapi pertumbuhan masih ada,β kata dia.
Menurutnya, masih terus menggeliatnya bisnis Rolls-Royce di Indonesia dikarenakan konsumen Rolls-Royce merupakan segmen yang cukup elastis terhadap kondisi. Memang, tak semua diantara mereka memesan mobil dan meminta segera dikirimkan, tetapi minimal sudah melakukan pemesanan.
βSebagian besar konsumen kami adalah pengusaha yang benar-benar sudah mapan,β ujar Kim.
Faktor kedua, para pembeli umumnya memiliki fanatisme dan loyalitas terhadap merek Rolls-Royce yang tinggi. Namun tak sedikit diantara mereka yang tercatat sebagai pembeli yang untuk pertamakalinya membeli mobil merek Rolls-Royce.
(arf/ddn)












































Komentar Terbanyak
Tukang Tambal Ban Pungut Pelat Nomor Terbawa Banjir, Minta Tebusan Rp 50 Ribu
Pengendara Singapura Banyak yang Mau Balik Beli Mobil Bensin
Lawan Arah di Malaysia Didenda Rp 60 Juta, di Indonesia Cuma Rp 500 Ribu