Makanya, HPM serius akan memproduksi crank shaft di Indonesia mulai September 2016. Hal itu dilakukan agar kandungan komponen lokal pada Brio Satya sebagai model LCGC Honda meningkat.
Crank shaft ini merupakan bagian dalam mesin yang mengubah gerakan naik turun piston menjadi gaya rotasi untuk menggerakkan roda mobil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fasilitas produksi crank shaft itu berdiri di atas lahan seluas 7.000 m2 di dalam area pabrik PT HPM Karawang. Pabrik ini nantinya akan memiliki kapasitas produksi hingga 1.000 unit per hari atau 243.000 unit per tahun.
Tak hanya crank shaft, HPM juga akan membangun pabrik komponen Connecting Rod. Pabrik tersebut akan beroperasi pada 2018.
Sama halnya dengan crank shaft, fasilitas produksi connecting rod juga digunakan untuk menambah kandungan lokal pada LCGC. Nantinya, pabrik ini akan berdiri di atas lahan seluas 4.000 m2 dengan kapasitas produksi 1.000 unit per hari atau 243.000 unit per tahun.
(rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Habis Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Pemotor PCX Kini Minta Diampuni
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk